Posted by: akuyola on: March 20, 2009
Untuk melakukan setting IP Address pada Sistem Operasi Linux RedHat 9 , terdapat 2 (dua) cara, yaitu melalui mode graphic dan mode text. Mode graphic memudahkan pengguna untuk melakukan pen-setting-an ini karena pengguna akan dihadapkan langsung pada jendela-jendela dialog pada layar monitor sehingga user dapat langsung mengisi atau melakukan pen-setting-an. Sedangkan pada mode text, user harus mengetikkan perintah-perintah yang bersangkutan dengan hal yang ingin dilakukan.
Oleh karena itu, mengingat pengaturan melalui mode text lebih sulit daripada mode graphic, maka saya hanya akan membahas pen-setting-an IP Address melalui mode text.
Untuk melakukannya ketik perintah berikut dan tentunya Anda login pada mode text:
# vi /etc/sysconfig/networking/devices/ifcfg-eth0
Perintah di atas adalah perintah untuk mengedit settingan pada Ethernet card no.1.
Apabila pada PC terdapat 2 atau lebih Ethernet card dan yang digunakan adalah Ethernet card no.2, maka kata ‘eth0’ diganti dengan no. urut Ethernet card yang dipakai, misalnya ‘eth1’ untuk no.2, ‘eth2’ untuk no.3, dan seterusnya. Setelah itu Anda akan dihadapkan pada isian-isian yang perlu Anda isi.
Setelah selesai, settingan tersebut tidak akan diaktifkan hingga PC direstart, maka untuk mengaktifkannya harus merestart PC terlebih dahulu atau menggunakan perintah:
# etc/init.d/network restart
Perintah di atas berfungsi untuk mengaktifkan setting yang Anda buat tanpa harus merestart PC
Posted by: akuyola on: March 20, 2009
Sejak Versi 6.2, RedHat sudah mulai menggunakan modus grafis untuk instalasinya. Langkah instalasi yang disampaikan berikut, mempergunakan modus teks. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa dengan penguasaan modus teks akan memudahkan Anda saat menjalankan proses dengan modus grafis. Selain itu, untuk menjalankan administrasi server, perintah modus teks akan menjembatani semua distribusi.
Langkah instalasi RedHat :
Jika Anda berada dalam lingkungan Windows, restart Computer ke dalam DOS mode, dan lanjutkan ke langkah3.
Jika Anda telah menggunakan Linux sebelumnya, mount CD-ROM RedHat (atau media lain yang berisi sumber file instalasi RedHat), dan buat boot disk.
$ mount /dev/cdrom /cdrom
$ cd /cdrom/images
$ dd if=boot.img of=/dev/fd0 bs=1440k
Boot komputer Anda dengan boot disk tersebut, dan lanjutkan ke langkah 4.
Jika Anda berada di DOS mode, jalankan program autoboot yang berada di CD-ROM direktori Dosutils. Autoboot ini adalah file batch yang memanggil Loadlin untuk menjalankan kernel boot.
C:\> d: (di mana d adalah direktori CD-ROM )
D:\> cd dosutils
D:\dosutils> autoboot
Selain boot lewat CD-ROM, alternatif lainnya adalah lewat boot disket. Cara membuat boot disket lewat DOS :
C:\> d:
D:\> cd\dosutils
D:\dosutils> rawrite
Enter disk image source file name: ..\images\boot.img
Enter target diskette drive: a:
Please insert a formatted diskette into drive A: and press -ENTER- : Enter
D:\dosutils>
Setelah kernel dijalankan, init akan berjalan di level 4 untuk instalasi modus grafis. Jika Anda menginginkan modus teks, dapat ditambahkan boot=text setelah boot dengan disket dan akan memulai instalasi.
Layar pertama yang muncul adalah Language Selection. PilihEnglish.
Selanjutnya Keyboad Configuration. Masukkan parameter berdasarkan keyboard Anda, atau biarkan kosong.
Lalu akan beralih ke Mouse Configuration. Tentukan jenis Mouse dan port yang dipergunakan. Misalnya tipe mouse 2 button mouse (serial), Port & Device : ttyS0 atau /dev/ttyS0 (Com 1 under DOS)
Berikutnya akan masuk layar RedHat 6.2 System Installer. Pilihan model instalasi :
GNOME Workstation Sebagai workstation dengan Window Manager GNOME
KDE Workstation Sebagai workstation dengan Window Manager KDE
Server
Custom
Yang membedakan masing-masing pilihan tersebut adalah paket-paket program yang disertakan. RedHat telah memberikan pilihan aplikasi dengan standar yang memadai, baik sebagai workstation maupun server. Untuk fleksibilitas penuh dalam instalasi, dapat memilih custom.
Selain instal program penuh, pada bagian ini juga ditawarkan upgrade sistem. Jika anda sebelumnya telah menjalankan RedHat dan ingin mempertahankan konfigurasi yang telah dibuat, anda bisa pilih upgrade. Perlu diingat bahwa back up merupakan keharusan untuk anda yang memiliki data penting. Pada layar ini juga ada pilihan untuk menggunakan fdisk (use fdisk) untuk partisi. Jika Anda telah membaca partisi program lewat fdisk pada instalasi Slackware, Anda dapat memanfaatkannya disini.
Selanjutnya tentang partisi, RedHat menawarkan automatic partition dan manually partition. Pilihan Automatic Partition akan membuat data-data yang ada menjadi hilang, karena RedHat mempartisi ulang semuanya dengan model standar. Pilih manually partition.
Diasumsikan Anda tidak menggunakan program fdisk, maka RedHat akan menjalankan program diskdruid. Layar partisi dengan diskdruid menampilkan jumlah partisi yang ada, sisa spasi yang masih ada, serta ringkasan informasi hardisk. Menu yang ada untuk partisi adalah :
add; untuk menambah partisi
edit; untuk mengedit partisi yang telah dibuat
delete; menghapus partisi tertentu
reset; menghapus seluruh partisi
Pilih add untuk menambah partisi. Misalnya :
Add – Mount Point : /
Grow to fill disk :
aktifkan jika anda ingin partisi ini memanfaatkan sisa spasi yang belum dipergunakan. Biasanya diaktifkan untuk swap.
Partition type : Linux Native
Size : 850 (membuat partisi sebesar 850 Megabyte)
Add – Mount Point : (biarkan kosong)
Grow to fill disk : aktifkan
Partition type : Linux Swap
Size : 150 (membuat partisi memory swap sebesar 150 Megabyte)
Selesai dengan partisi, dilanjutkan dengan format partisi swap yang telah dibuat, dan mengaktifkannya untuk membantu memory dalam proses instalasi.
Choose partitions to format; Pilih partisi yang telah dibuat untuk diformat. Jika anda menentukan mount point lebih dari satu (misalnya: /, /usr, dan /home) di mana partisi /home sudah berisi data, maka anda dapat memilih partisi/ dan /usr saja yang diformat.
Selanjutnya adalah instalasi LILO (Linux Loader). Pilihannya adalah :
Master Boot Record (MBR)
Intal LILO di Master Boot Record, sehingga bisa langsung boot ke Linux pada saat komputer dinyalakan. Perlu diingat, jika anda melindungi MBR dengan virus protection lewat BIOS, maka akan muncul peringatan tentang virus yang mencoba menulis di MBR. Abaikan peringatan ini, atau virus protection-nya dinon-aktifkan sementara. Hal ini terjadi karena BIOS akan menganggap semua usaha untuk menulis di MBR sebagai virus.
First Sector of Boot partition
Instal LILO pada sektor pertama partisi root. Anda dapat menjalankan Linux Loadlin, atau boot loader lainnya seperti Boot Loader Windows NT, atau System Commander. Aktifkan create boot disk, jika anda ingin membuat disket boot. Perlu diperhatikan, jika anda memilih tipe instalasi Workstation, pilihan di atas tidak diberikan, dan RedHat secara otomatis menginstal LILO ke dalam MBR. Jika anda memilih Workstation, silakan lanjut ke langkah 16.
Selanjutnya adalah konfigurasi jaringan (Network Configuration). Pada divais eth0 (baca: kartu jaringan pertama), tersedia pilihan :
Configure using DHCP; memanfaatkan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) atau
penomoran IP terhadap host secara dinamis. Biarkan kosong kecuali anda terhubung ke DHCP server.
Activate on boot; kartu jaringan akan diaktifkan saat booting.
IP Address ; misalnya 192.168.100.1
Netmask; misalnya 255.255.255.0
Network; biarkan kosong, atau misalnya 192.168.100.254
Broadcast; biarkan kosong, atau misalnya 192.168.100.255
Hostname; misalnya spawn.heaven.id
Gateway; biarkan kosong, atau misalnya 192.168.100.1. Gambaran tentang implementasi gateway bisa anda baca nanti di Bab III Konfigurasi Sistem sub bab IP Masquerade.
Primary DNS; isikan Name Server dari ISP anda, atau biarkan kosong dulu.
Berikutnya konfigurasi Time Zone, dan user. Isikan password root, dan jika perlu tambahkan beberapa user untuk meminimalkan penggunaan account root. User ini dapat dipergunakan untuk login saat booting pertama kali ke RedHat.
Authentication Configuration, pilih MD5 Password dan Shadow Password. MD5 password memungkinkan pemberian password hingga 256 karakter. Sedangkan shadow adalah metode penyimpanan password dari file password (/etc/passwd) ke dalam file lain (/etc/shadow) yang hanya bisa dibaca oleh root. Lebih lanjut baca Bab VII tentang keamanan jaringan.
Selanjutnya adalah pemilihan paket program. Pilih paket program yang diperlukan. Untuk pemilihan masing masing program (Bukan berdasarkan paket), klik Select Individual Packages.
Configuration; mengkonfigurasikan X Window untuk aplikasi grafis. Dimulai dengan pemilihan server berdasarkan kartu VGA yang ada. Misalnya S3 3D Trio, dengan jumlah memory 8 Megabyte (8192k). Aktifkan Use Graphical Login jika nanti menginginkan langsung masuk ke modus grafis (init 5) saat booting. Skip X Configuration, jika Anda tidak membutuhkan tampilan grafis, atau anda dapat konfigurasikan X belakangan.
Setelah ini proses instalasi dilakukan. Ujicoba pada buku ini memakan waktu kurang lebih 10 menit. 21. Selesai instalasi, proses dilanjutkan dengan membuat bootdisk. Siapkan floppy jika anda menginginkannya, atau skip create boot disk jika anda tidak menginginkan pembuatan boot disk.
Instalasi selesai. Booting komputer, dan masuk ke dalam prompt Linux RedHat. Jangan lupa untuk memasukkan boot disk jika anda instal LILO di sektor pertama partisi root.
Welcome to RedHat 6.2 i686 (Zoot)
Spawn login :
Boot Loader Windows NT
Dalam masa transisi, biasanya ada keengganan untuk melepaskan sistem operasi yang sudah jalan dengan baik di komputer. Linux menyediakan pemecahan dengan menginstal Windows NT dan Linux berbarengan dalam satu komputer dan memilih antar keduanya saat komputer menyala. Intinya adalah mengkonfigurasikan boot start up sehingga nanti dapat memilih antara Linux atau NT. Sebelumnya, ketahui dulu tips dalam menginstal dua sistem operasi ini, berdasarkan Linux-NT Loader Mini HOW-TO v1.11:
Usahakan untuk menginstal Windows NT lebih dahulu. Jika Anda menggunakan format NTFS, perlu diingat bahwa saat buku ini ditulis, Linux hanya mampu membacanya (read-only). Maksudnya adalah jika nanti Anda masuk lingkungan Linux dan akan mengakses file-file yang berada di partisi windows NT dengan sistem file NTFS, Anda hanya dapat membacanya.
Tidak disarankan utuk membuat partisi sistem file Linux dan swap lewat Disk Administrator yang ada di NT. Gunakan fdisk dari Linux.
Saat pertama instalasi Linux, boot dari disket. Partisi NTFS biasanya dikenal sebagai hpfs. Anda bisa kompilasi ulang kernel nantinya, agar partisi NTFS dapat dikenal sebagai NTFS dan dapat diakses meskipun hanya bisa membacanya.
Saat konfigurasi LILO (Linux Loader), gunakan partisi Linux Anda untuk booting. Jangan gunakan Master Boot Record terlebih dahulu karena sudah dimiliki oleh NT. Misalnya, Linux Anda instal di partisi kedua primary, maka dalam lilo.conf Anda harus masukkan parameter : Boot=/dev/hda2. Atau jika Anda instal Linux di partisi extended, entri pada /etc/lilo.conf Boot=/dev/hda5 (atau 6,7, dan seterusnya). Jika Anda boot ulang komputer, maka seharusnya NT Loader dapat berjalan sebagaimana biasa. Namun jika saat boot ulang yang muncul adalah LILO, dipastikan Anda instal LILO dalamMaster Boot Record. Anda perlu mengkonfigurasikan ulang LiLO Anda sehingga boot sector-nya diletakkan di sektor pertama dari partisi Linux.
Windows NT memiliki program kecil, sebut saja boot loader yang diletakkan di Master Boot Record. Boot loader ini membaca file boot.ini yang terletak di c:\ atau direktori root dari partisi yang diset aktif. Berikut contoh boot.ini di c:\
[boot loader]
timeout=30
default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT [operating systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT=”Windows NT Server”
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT=”Windows NT Serve[vga mode]“
Atribut file tersebut adalah system, dan read-only. Keterangan entri pada boot loader tersebut :
Timeout sebelum pengguna memilih salah satu menu adalah 30 detik
Default kursornya berada pada entri multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT
Dibawah sub bagian [operating systems] adalah pilihan sistem operasi yang akan diboot.
Untuk menambahkan kernel Linux Anda pada boot loader sehingga dapat memasukkan menu Linux dalam pilihannya, Anda harus menyalin kernel Anda ke partisi /drive Windows NT. Caranya:
Masuk ke lingkungan Linux. Siapkan disket jika perlu.
Dengan asumsi Linux Anda berada pada/dev/hda2 jalankan perintah berikut dengan account root :
# dd if=/dev/hda2 of=/bootsect.lnx bs=512 count=1
Salin file bootsect.lnx ke dalam partisi Windows NT. Jika Anda dapat mengaitkan (mounting) partisi Windows NT di Linux Anda dapat menyalin langsung.
# cd /
# mount -t ntfs /dev/hda1 /mnt
# cp bootsect.lnx /mnt
# umount /dev/hda1
Atau dengan cara menyalin ke disket.
# cd /
# mount -t msDOS /dev/fd0 /mnt
# cp bootsect.lnx /mnt
# umount /dev/fd0
Selesai menyalin ke disket, jangan lupa untuk memindahkan ke Drive C:\ jika nanti sudah berada pada lingkungan Windows NT.
Boot komputer Anda. Masuk ke lingkungan Windows NT. Jalankan DOS prompt.
Sebelum mengedit file boot.ini hilangkan dulu atributnya.
C:\ attrib -r -s boot.ini
Lalu edit entri pada boot.ini guna menambahkan salinan kernel Linux Anda ke dalamnya. Edit bisa menggunakan notepad atau program edit di DOS prompt.
[boot loader]
timeout=30
default=multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT [operating systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT=”Windows NT Server”
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINNT=”Windows NT Server[vga mode]“
c:\bootsect.lnx=”Linux”
Berikutnya, kembalikan lagi atribut filenya.
C:\ attrib +r +s boot.ini
Boot komputer Anda dan lihat perbedaannya. Sekarang Anda memiliki menu Linux untuk di jalankan.
OS Loader V4.00
Please select the operating system to start:
Windows NT Server Version 4.0
Windows NT Server Version 4.0 [VGA mode]
Linux
Loadlin
Selain menambahkan entri pada boot loader, Anda bisa menjalankan Linux lewat loadlin (load Linux). Pada distribusi Slackware, Anda bisa peroleh di diskset a8.
Loadlin adalah program yang menjalankan kernel Linux lewat DOS prompt. Paket Loadlin (loadlin.tgz) setelah diekstrak pada direktori Windows, biasanya terdiri atas :
readme.1st file
readme
loadlin.exe
Loader
copying GPL dari Free Software Foundation
test.par contoh file parameter
linux.bat contoh file batch
initrd.tgz contoh yang sangat sederhana initrd (/linuxrc)
doc
doc/changes sejarah LOADLIN
doc/quicksta.rt manual
doc/params.doc penjelasan parameter perintah Linux
doc/announce.txt porting saat mengumumkan bzImage+initrd
doc/initrd.txt penjelasan initrd (sebagaimana linux/Documentation/*)
doc/lodlin16.lsm
src sumber
src/loadlin.asm
rc/loadlin.asm
src/loadlini.asm
src/loadlinj.asm
src/loadlinm.asm
src/makefile makefile untuk TASM
src/pgadjust.asm bagian 32-bit dari Loadlin, yang dihasilkan oleh /srclinux.tgz
src/srclinux.tgz sumber 32-bit (harus dikompilasi di Linux)
Paket loadlin tidak dibahas secara detail disini. Untuk dapat menjalankan Linux dengan Loadlin dengan cepat :
Pastikan Anda sudah menginstal loadlin di Windows, dan salinan dari image kernel Anda (Bzimage atau Vmlinuz). Catat pula pada partisi berapa Linux Anda berada (/dev/hdax).
Untuk menjalankan secara cepat, restart komputer Anda dan masuk dalam DOS Mode. Menjalankan Loadlin dari prompt di Windows tidak akan berhasil.
Masuk ke direktori Loadlin. Diasumsikan bahwa Linux Anda berada di /dev/hda2 dan kernel Anda sudah disalin ke dalam direktori loadlin dengan nama VmLinuz.
C:\cd loadlin
C:loadlin\> loadlin c:\loadlin/Vmlinuz root=/dev/hda2 ro
Untuk memudahkan Anda, buatlah sebuah batch file (misal: Linux.bat) yang berisi perintah loadlin diatas.
Pada bab ini, telah dipelajari bersama bagaimana instalasi Linux (khusus tiga distribusi). Distribusi Slackware memberikan pilihan yang cukup beragam untuk metode instalasinya. Selain metode standar di atas, Anda dapat pula menginstal Slackware dengan disket. Pada direktori slakware, cukup dijalankan skrip makeflop, untuk menyalin paket aplikasi ke dalam disket. Semua kernel yang ditawarkan Slackware disini, merupakan kernel standar, dibuat dengan menyesuaikan perangkat keras. Jika nantinya Anda sudah terbiasa dengan Linux, Anda perlu mengkompilasi ulang kernel disesuaikan dengan kebutuhan dan perangkat keras yang Anda miliki. Hal demikian akan membantu kinerja mesin Linux dalam melayani pengguna.
Distribusi SuSE memberikan modus instalasi yang cukup kompleks. Konfigurasi standar pada saat instalasi sudah menyentuh beberapa program (misalnya sendmail), sehingga begitu SuSE dijalankan dapat langsung menjalankan layanannya dengan baik. Sedangkan RedHat yang sudah mulai menggunakan tampilan grafis, memberikan kemudahan bagi pengguna. Pilihan model instalasi yang mencakup wokstation, Server, atau Custom membuat pendatang baru akan lebih mudah dalam menjatuhkan pilihan tanpa perlu memilih paket-paket program yang relatif belum dikenal. Kemampuan dalam memberikan pilihan secara bebas bagi pengguna tingkat lanjut pun masih diwakili dengan pilihan Custom.
Upgrade program dari tiap distribusi (misalnya dari Slackware 4.0 ke Slackware 7.0), pada prinsipnya tidak diperlukan. Yang perlu dijalankan hanyalah upgrade dari kernel yang Anda punyai. Semakin baru kernel Anda, semakin banyak fitur yang ditawarkan.
Konfigurasi Sistem
Bab ini membahas bagaimana mengkonfigurasi beberapa setting pada Linux secara umum. Bahasan utama mempergunakan distribusi Slackware, dengan tambahan catatan pada distribusi SuSE dan RedHat untuk seting mempergunakan program bantu. Pilihan Slackware sebagai bahasan utama dilatarbelakangi oleh sebab bahwa seting di Slackware sebagian besar manual (tidak memiliki program bantu) sehingga bisa diterapkan pada Linux semua distribusi. Penambahan informasi dengan program bantu, pada prinsipnya hanya mempermudah dalam konfigurasi, namun mempunyai keterbatasan hanya berlaku di satu distribusi saja.
Konfigurasi dasar yang disampaikan di bab ini cukup untuk membuat Linux dapat dimanfaatkan sebagai server ataupun workstation pada jaringan. Pertama adalah review apa yang sebetulnya terjadi pada Linux saat komputer booting.
Posted by: akuyola on: March 20, 2009
Perintah untuk berbagai operasi dasar di sistem operasi linux, beserta penjelasannya, dapat saudara lihat pada tabel yang telah penulis susun sebagai berikut:
| Perintah | Keterangan |
|---|---|
| any_command --help | Menampilkan keterangan bantu tentang pemakaian perintah. “–help” sama dengan perintah pada DOS “/h”. |
| ls | Melihat isi file dari direktori aktif. Pada linux perintah dir hanya berupa alias dari perintah ls. Untuk perintah ls sendiri sering dibuatkan alias ls --color, agar pada waktu di ls ditampilkan warna-warna sesuai dengan file-filenya, biasanya hijau untuk execute, dsb. |
| ls -al | Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden, lalu ditampilkan layar per layar. |
| cd directory | Change directory. Menggunakan cd tanpa nama direktori akan menghantarkan anda ke home direktori. Dan cd - akan menghantarkan anda ke direktori sebelumnya. |
| cp source destination | Mengopi suatu file |
| mcopy source destination | Mengcopy suatu file dari/ke dos filesystem. Contoh <tt>mcopy a:autoexec.bat ~/junk . Gunakan man mtools untuk command yang sejenis : mdir, mcd, mren, mmove, mdel, mmd, mrd, mformat…. |
| mv source destination | Memindahkan atau mengganti nama file |
| ln -s source destination | Membuat Simbolic Links, contoh <tt>ln -sf /usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X, membuat Simbolic link dari file XF86_SVGA ke X |
| rm files | Menghapus file |
| mkdir directory | Membuat direktori baru |
| rmdir directory | Menghapus direktori yang telah kosong |
| rm -r files | (recursive remove) Menghapus file, direktori dan subdirektorinya. Hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas, tidak ada perintah untuk undelete di Linux |
| more | Untuk melihat isi suatu file, dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut ditampilkan layar per layar. |
| less filename | Melihat suatu file layar per layar, dan tekan tombol “q” apabila ingin keluar, |
| pico filename | Edit suatu text file. |
| pico -w filename | Edit suatu text file, dengan menonaktifkan fungsi word wrap, sangat berguna untuk mengedit file seperti /etc/fstab. |
| lynx file.html | Melihat file html atau browse ke net dengan text mode, dimana gambar/image tidak dapat ditampilkan, tapi lynx adalah suatu browser yang sangat cepat, sangat berguna bila anda hanya menginginkan suatu artikel tanpa image. |
| tar -zxvf filename.tar.gz | Meng-untar sebuah file tar sekaligus meng-uncompress file tersebut (*.tar.gz atau *.tgz), untuk meletakkannya direktori yg diinginkan tambahkan option -C direktori, contoh tar -zxvf filename.tar.gz -C /opt (meletakkan file tersebut di direktori /opt |
| tar -xvf filename.tar | Meng-untar sebuah file tar yang tidak terkompress (*.tar). |
| gunzip filename.gz | Meng-uncompress sebuah file zip (*.gz” or *.z). dengan menggunakan gzip (juga zip atau compress) jika anda menginginkan mengompress file. |
| bunzip2 filename.bz2 | Meng-uncompress file dengan format (*.bz2) dengan utiliti “bzip2″, digunakan pada file yang besar. |
| unzip filename.zip | Meng-uncompress file dengan format (*.zip) dengan utiliti “unzip” yang kompatibel dengan pkzip for DOS. |
| find / -name "filename" | Mencari “namafile” pada komputer anda dimulai dengan direktori /. Namafile tersebut mungkin saja berisi wildcard (*,?). |
| locate filename | Mencari file dengan string “filename”. Sangat mudah dan cepat dari perintah di atas. |
| pine | Email reader yang sangat mudah digunakan, dan menjadi favorit banyak pemakai mesin Unix. Atau anda bisa pakai email yang sangat customize, yaitu mutt , |
| talk username1 | Berbicara dengan keyboard dengan user lain yg sedang login pada mesin kita (atau gunakan talk username1@machinename</t> untuk berbicara dengan komputer lain). Untuk menerima undangan percakapan, ketikkan <tt>talk username2. Jika seseorang mencoba untuk berbicara dengan anda dan itu dirasakan mengganggu, anda bisa menggunakan perintah mesg n untuk menolak pesan tersebut. Dan gunakan perintah who atau rwho untuk melihat siapa user yang mengganggu tersebut. |
| mc | Menjalankan “Morton Commander” … eh… salah maksudnya “Midnight Commander” sebagai file manager, cepat dan bagus. |
| telnet server | Untuk menghubungkan komputer kita ke komputer lain dengan menggunakan protokol TELNET. Gunakan nama mesin atau Nomor IP mesin, dan anda akan mendapatkan prompt login name dari mesin tersebut, masukkan passwordnya, oh ya .. anda juga harus punya account di mesin remote tersebut. Telnet akan menghubungkan anda dengan komputer lain dan membiarkan anda untuk mengoperasikan mesin tersebut. Telnet sangat tidak aman, setiap yang anda ketik menjadi “open text”, juga dengan password anda! Gunakan ssh alih-alih telnet untuk mengakses mesin secara remote. |
| rlogin server | (remote login) Menghubungkan anda kekomputer lain. Loginname dan password, tetapi apabila account anda tersebut telah dipakai, maka anda akan mendapatkan pesan kesalahan pada password anda. Sangat tidak aman juga, gunakan ssh sebagai gantinya. |
| rsh server | (remote shell) Jalan lain untuk menghubungkan anda ke remote machine. Apabila login name/password anda sedang dipakai di remote mesin tsb, maka password anda tidak akan berlaku. Idem dengan rlogin, gantikan dengan ssh. |
| ftp server | Ftp ke mesin lain, ini sangat berguna untuk mengopy file ke/dari remote mesin. Juga tidak aman, gunakan scp dari keluarga ssh sebagai gantinya. |
| minicom | Program Minicom (dapat dikatakan seperti “Procomm/Hyperterminal for Linux”). |
| ./program_name | Menjalankan program pada direktori aktif, yang mana tidak terdapat pada PATH anda |
| xinit | Menjalankan X-window server (tanpa windows manager). |
| startx | Menjalankan X-window server dan meload default windows manager. Sama seperti perintah “win” under DOS dengan Win3.1 |
| startx -- :1 | Menjalankan sesi X-windows berikutnya pada display 1 (default menggunakan display 0). Anda dapat menjalankan banyak GUI terminal secara bersamaan, untuk pindah antar GUI gunakan <Ctrl><Alt><F7>, <Ctrl><Alt><F8>, etc, tapi ini akan lebih banyak memakan memori. |
| xterm | (pada X terminal) ,menjalankan X-windows terminal. Untuk keluar ketikkan exit |
| xboing | (pada X terminal). Sangat lucu deh …., seperti games-games lama ….. |
| gimp | (pada X terminal) Program image editor yang sangat bagus, bisa disamakan dengan Adobe Photoshop, yang membedakan adalah program ini gratis. |
| netscape | (pada X terminal) menjalankan netscape, versi pada waktu tulisan ini dibuat telah mencapai versi 4.7 |
| netscape -display host:0.0 | (pada X terminal) menjalankan netscape pada mesin yang aktif dan menampilkan outputnya pada mesin yang bernama host display 0 screen 0. Anda harus memberikan akses untuk mesin aktif untuk menampilkannya pada mesin host dengan perintah xhost |
| shutdown -h now | (sebagai root) Shut down sistem. Umumnya digunakan untuk remote shutdown. Gunakan <Ctrl><Alt> untuk shutdown pada konsol (dapat dijalankan oleh user). |
| halt | reboot (sebagai root) Halt atau reboot mesin. Lebih simple dari perintah di atas. |
| man topic | Menampilkan daftar dari sistem manual pages (help) sesuai dengan topic. Coba man man. lalu tekan q untuk keluar dari viewer. Perintah info topic Manual pages dapat dibaca dilhat dengan cara any_command --help. |
| apropos topic | Menampilkan bantuan manual berdasarkan topik.. |
| pwd | Melihat direktori kerja saat ini |
| hostname | Menampilkan nama local host (mesin dimana anda sedang bekerja). Gunakan perintah netconf (sebagai root) untuk merubah nama host dari mesin tersebut, atau edit file /etc/hosts |
| whoami | Mencetak login name anda |
| id username | Mencetak user id (uid) atau group id (gid) |
| date | Mencetak atau merubah tanggal dan waktu pada komputer, contoh merubah tanggal dan waktu ke 2000-12-31 23:57 dengan perintah; date 123123572000 |
| time | Melihat jumlah waktu yg ditangani untuk penyelesaian suatu proses + info lainnya. Jangan dibingungkan dengan perintah date |
| who | Melihat user yang login pada komputer kita. |
| rwho -a | Melihat semua user yg login pada network anda. Layanan perintah rwho ini harus diaktifkan, jalankan setup sebagai root untuk mengaktifkannya. |
| finger username | Melihat informasi user, coba jalankan; finger root |
| last | Melihat user sebelumnya yang telah login di komputer. |
| uptime | Melihat jumlah waktu pemakaian komputer oleh seseorang, terhitung proses reboot terakhir. |
| ps | (=print status) Melihat proses-proses yang dijalankan oleh user |
| ps axu | Melihat seluruh proses yang dijalankan, walaupun tanpa terminal control, juga ditampilkan nama dari user untuk setiap proses. |
| top | Melihat proses yang berjalan, dengan urutan penggunaan cpu. |
| uname -a | Informasi system kernel anda |
| free | Informasi memory (dalam kilobytes). |
| df -h | (=disk free) Melihat informasi pemakaian disk pada seluruh system (in human-readable form) |
| du / -bh | (=disk usage) Melihat secara detil pemakaian disk untuk setiap direktori, dimulai dari root (in human legible form). |
| cat /proc/cpuinfo | Cpu info. Melihat file pada /proc directori yang bukan merupakan file nyata (not real files). |
| cat /proc/interrupts | Melihat alamat interrupt yang dipakai. |
| cat /proc/version | Versi dari Linux dan informasi lainnya. |
| cat /proc/filesystems | Melihat filesystem yang digunakan. |
| cat /etc/printcap | Melihat printer yang telah disetup |
| lsmod | (as root) Melihat module-module kernel yang telah di load. |
| set | Melihat environment dari user yang aktif |
| echo $PATH | Melihat isi dari variabel PATH. Perintah ini dapat digunakan untuk menampilkan variabel environmen lain dengan baik. Gunakan set untuk melihat environmen secara penuh. |
| dmesg | Mencetak pesan-pesan pada waktu proses boot. (menampilkan file: /var/log/dmesg). |
| clear | Membersihkan layar. |
| adduser | Menambah pengguna. |
Posted by: akuyola on: March 20, 2009
Sejak Versi 6.2, RedHat sudah mulai menggunakan modus grafis untuk instalasinya. Langkah instalasi yang disampaikan berikut, mempergunakan modus teks. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa dengan penguasaan modus teks akan memudahkan Anda saat menjalankan proses dengan modus grafis. Selain itu, untuk menjalankan administrasi server, perintah modus teks akan menjembatani semua distribusi.
Langkah instalasi RedHat :
1. Jika Anda berada dalam lingkungan Windows, restart Computer ke dalam DOS mode, dan lanjutkan ke langkah3.
2. Jika Anda telah menggunakan Linux sebelumnya, mount CD-ROM RedHat (atau media lain yang berisi sumber file instalasi RedHat), dan buat boot disk.
$ mount /dev/cdrom /cdrom
$ cd /cdrom/images
$ dd if=boot.img of=/dev/fd0 bs=1440k
Boot komputer Anda dengan boot disk tersebut, dan lanjutkan ke langkah 4.
3. Jika Anda berada di DOS mode, jalankan program autoboot yang berada di CD-ROM direktori Dosutils. Autoboot ini adalah file batch yang memanggil Loadlin untuk menjalankan kernel boot.
C:\> d: (di mana d adalah direktori CD-ROM )
D:\> cd dosutils
D:\dosutils> autoboot
Selain boot lewat CD-ROM, alternatif lainnya adalah lewat boot disket. Cara membuat boot disket lewat DOS :
C:\> d:
D:\> cd\dosutils
D:\dosutils> rawrite
Enter disk image source file name: ..\images\boot.img
Enter target diskette drive: a:
Please insert a formatted diskette into drive A: and press -ENTER- : Enter
D:\dosutils>
4. Setelah kernel dijalankan, init akan berjalan di level 4 untuk instalasi modus grafis. Jika Anda menginginkan modus teks, dapat ditambahkan boot=text setelah boot dengan disket dan akan memulai instalasi.
5. Layar pertama yang muncul adalah Language Selection. PilihEnglish.
6. Selanjutnya Keyboad Configuration. Masukkan parameter berdasarkan keyboard Anda, atau biarkan kosong.
7. Lalu akan beralih ke Mouse Configuration. Tentukan jenis Mouse dan port yang dipergunakan. Misalnya tipe mouse 2 button mouse (serial), Port & Device : ttyS0 atau /dev/ttyS0 (Com 1 under DOS)
8. Berikutnya akan masuk layar RedHat 6.2 System Installer. Pilihan model instalasi :
* GNOME Workstation Sebagai workstation dengan Window Manager GNOME
* KDE Workstation Sebagai workstation dengan Window Manager KDE
* Server
* Custom
Yang membedakan masing-masing pilihan tersebut adalah paket-paket program yang disertakan. RedHat telah memberikan pilihan aplikasi dengan standar yang memadai, baik sebagai workstation maupun server. Untuk fleksibilitas penuh dalam instalasi, dapat memilih custom.
Selain instal program penuh, pada bagian ini juga ditawarkan upgrade sistem. Jika anda sebelumnya telah menjalankan RedHat dan ingin mempertahankan konfigurasi yang telah dibuat, anda bisa pilih upgrade. Perlu diingat bahwa back up merupakan keharusan untuk anda yang memiliki data penting. Pada layar ini juga ada pilihan untuk menggunakan fdisk (use fdisk) untuk partisi. Jika Anda telah membaca partisi program lewat fdisk pada instalasi Slackware, Anda dapat memanfaatkannya disini.
9. Selanjutnya tentang partisi, RedHat menawarkan automatic partition dan manually partition. Pilihan Automatic Partition akan membuat data-data yang ada menjadi hilang, karena RedHat mempartisi ulang semuanya dengan model standar. Pilih manually partition.
10. Diasumsikan Anda tidak menggunakan program fdisk, maka RedHat akan menjalankan program diskdruid. Layar partisi dengan diskdruid menampilkan jumlah partisi yang ada, sisa spasi yang masih ada, serta ringkasan informasi hardisk. Menu yang ada untuk partisi adalah :
* add; untuk menambah partisi
* edit; untuk mengedit partisi yang telah dibuat
* delete; menghapus partisi tertentu
* reset; menghapus seluruh partisi
11. Pilih add untuk menambah partisi. Misalnya :
Add – Mount Point : /
Grow to fill disk :
aktifkan jika anda ingin partisi ini memanfaatkan sisa spasi yang belum dipergunakan. Biasanya diaktifkan untuk swap.
Partition type : Linux Native
Size : 850 (membuat partisi sebesar 850 Megabyte)
Add – Mount Point : (biarkan kosong)
Grow to fill disk : aktifkan
Partition type : Linux Swap
Size : 150 (membuat partisi memory swap sebesar 150 Megabyte)
12. Selesai dengan partisi, dilanjutkan dengan format partisi swap yang telah dibuat, dan mengaktifkannya untuk membantu memory dalam proses instalasi.
13. Choose partitions to format; Pilih partisi yang telah dibuat untuk diformat. Jika anda menentukan mount point lebih dari satu (misalnya: /, /usr, dan /home) di mana partisi /home sudah berisi data, maka anda dapat memilih partisi/ dan /usr saja yang diformat.
14. Selanjutnya adalah instalasi LILO (Linux Loader). Pilihannya adalah :
1. Master Boot Record (MBR)
Intal LILO di Master Boot Record, sehingga bisa langsung boot ke Linux pada saat komputer dinyalakan. Perlu diingat, jika anda melindungi MBR dengan virus protection lewat BIOS, maka akan muncul peringatan tentang virus yang mencoba menulis di MBR. Abaikan peringatan ini, atau virus protection-nya dinon-aktifkan sementara. Hal ini terjadi karena BIOS akan menganggap semua usaha untuk menulis di MBR sebagai virus.
2. First Sector of Boot partition
Instal LILO pada sektor pertama partisi root. Anda dapat menjalankan Linux Loadlin, atau boot loader lainnya seperti Boot Loader Windows NT, atau System Commander. Aktifkan create boot disk, jika anda ingin membuat disket boot. Perlu diperhatikan, jika anda memilih tipe instalasi Workstation, pilihan di atas tidak diberikan, dan RedHat secara otomatis menginstal LILO ke dalam MBR. Jika anda memilih Workstation, silakan lanjut ke langkah 16.
15. Selanjutnya adalah konfigurasi jaringan (Network Configuration). Pada divais eth0 (baca: kartu jaringan pertama), tersedia pilihan :
* Configure using DHCP; memanfaatkan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) atau
penomoran IP terhadap host secara dinamis. Biarkan kosong kecuali anda terhubung ke DHCP server.
* Activate on boot; kartu jaringan akan diaktifkan saat booting.
* IP Address ; misalnya 192.168.100.1
* Netmask; misalnya 255.255.255.0
* Network; biarkan kosong, atau misalnya 192.168.100.254
* Broadcast; biarkan kosong, atau misalnya 192.168.100.255
* Hostname; misalnya spawn.heaven.id
* Gateway; biarkan kosong, atau misalnya 192.168.100.1. Gambaran tentang implementasi gateway bisa anda baca nanti di Bab III Konfigurasi Sistem sub bab IP Masquerade.
* Primary DNS; isikan Name Server dari ISP anda, atau biarkan kosong dulu.
16. Berikutnya konfigurasi Time Zone, dan user. Isikan password root, dan jika perlu tambahkan beberapa user untuk meminimalkan penggunaan account root. User ini dapat dipergunakan untuk login saat booting pertama kali ke RedHat.
17. Authentication Configuration, pilih MD5 Password dan Shadow Password. MD5 password memungkinkan pemberian password hingga 256 karakter. Sedangkan shadow adalah metode penyimpanan password dari file password (/etc/passwd) ke dalam file lain (/etc/shadow) yang hanya bisa dibaca oleh root. Lebih lanjut baca Bab VII tentang keamanan jaringan.
18. Selanjutnya adalah pemilihan paket program. Pilih paket program yang diperlukan. Untuk pemilihan masing masing program (Bukan berdasarkan paket), klik Select Individual Packages.
19. Configuration; mengkonfigurasikan X Window untuk aplikasi grafis. Dimulai dengan pemilihan server berdasarkan kartu VGA yang ada. Misalnya S3 3D Trio, dengan jumlah memory 8 Megabyte (8192k). Aktifkan Use Graphical Login jika nanti menginginkan langsung masuk ke modus grafis (init 5) saat booting. Skip X Configuration, jika Anda tidak membutuhkan tampilan grafis, atau anda dapat konfigurasikan X belakangan.
20. Setelah ini proses instalasi dilakukan. Ujicoba pada buku ini memakan waktu kurang lebih 10 menit. 21. Selesai instalasi, proses dilanjutkan dengan membuat bootdisk. Siapkan floppy jika anda menginginkannya, atau skip create boot disk jika anda tidak menginginkan pembuatan boot disk.
21. Instalasi selesai. Booting komputer, dan masuk ke dalam prompt Linux RedHat. Jangan lupa untuk memasukkan boot disk jika anda instal LILO di sektor pertama partisi root.
Posted by: akuyola on: January 3, 2009
Seperti guna yang utama yang ditempati untuk tinggalnya para komponen motherboard harus mampu mengenali berbagai macam komponen yang terpasang .BIOS atau dalam arti sebenarnya yaitu Basic Input Otput System merupakan sekumpulan program yang telah di simpan pada ROM yang berguna untuk melakukan apa saja tugas – tugas dasar, seperti mentranafer data.
Pilihan-pilihan penting dan utama yang tersedia pada BIOS biasanya sebagai berikut :
A. Standart CMOS Setup
· Time and date : mengubah waktu dan tanggal pada bios
· Floppy Drive A and Floppy Drive B : menentukan penggunaan floopy A dan B , berikut kapasitas nya.
· Setup Harddisk : menentukan kapasitas dan tempat dimana harddisk.
· Primary master: digunakan untuk harrdisk utama atau harddisk system.
· Primary slave: digunakan untuk tempat tambahan harddisk.
· Secondary Master: dipakai untuk tempat harddisk system ke-2
· Secondary Slave:digunakan untuk tambahan harddisk ke-2
B. BIOS features setup
· 1st Boot Device
Menetukan pilihan utama letak system boot untuk dibaca
· 2nd boot Device
Menetukan device berikutnya jka padsa pilihan 1st boot tidak ditemukan system yang dibutuhkan
· 3rd Boot Device
Menetukan device berikutnya jika pada pilihan 1st boot dan 2nd boot tidak di temukan system yantg dibutuhkan
· 4th Boot Device
Menetukan device berikutnya jika pada pilihan 1st boot ,2nd boot,3rd boot tidak di temukan system yang dibutuhkan.
· Try Other Boot Device
Pilihan “yes” untuk mencari file system sesuai dengan boot device yang di-setup.pilihan “no” hanya mencari boot device pertama
· S.M.A.R.T for harddisk
Plihan “enable” untuk menghindari harddisk dari kerusakan karena kesalahan suatu proses.Untuk “disable” tidak mengaktifkan menu ini.
· Quick Boot
Pilihan “enable” untuk memerintahkan computer agar mem-boot lebih cepat.untuk “disable” tidak mengaktifkan menu ini.
· System Boot up Num lock
Pilihan “on” untuk memerintah kan agar lampu num lock pada keyboard menyala sehingga penulisan angjka dapat dilakukan.pilihan “of” untuk tidak aktifkan menu ini.
· Floppy Drive Seek at Boot
Pilihan “enable” untuk memerintahkan system agar untuk mencari pada floppy disk pada saat mem-boot computer.pilihan “disable” untuk tudak mengaktifkan menu ini.
· Password checking
Pilihan “setup’ untuk menetukan keberadaan password pada BIOS harus melalui setup..pilihan “always” untuk menetukan keberadaan password pada BIOS harus selalu di cek pada saat mem-boot computer.
· Cache Memory
Pilihan “internal” berarti L1 digunakan dan L2 tidak digunakan..pilihan “both” berarti L1 dan L2 digunakan.pilihan “disable” berarti L1 dan L2 tidak digunakan.
· System BIOS Shadow Cacheable
Pilihan “enable” untuk menetukan lokasi memori system BIOS menggunakan bayangan dan tersembunyi.pilihan “disable” untuk menggunakan bayangan dan tidak tersembunyi.
· OS Selector for DRAM>64
Pilihan “enable” untuk menggunakan OS2/WARP dan memory lebih dari 64 MB.pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
C.Chipshet features setup
· virus warning
pilihan “enable” untuk memerintahkan computer mencegah terjadinya penulisan ke tabel partisi harddisk.Pilihan “disable” untuk mencegah computer agar tidak mendeteksi keberadaan virus.
· Enable Burst Cycle
Pilihan “enable untuk menggunaka read and write burst pada memory.Pulihan “disable”untuk tidak mengaktifkan menu ini.
· Cache Timing
Pilihan “enable”untuk meningkatkan waktu penggunaan cache..Pilihan “standard” untuk menstandardkan waktu penggunaan cache.
· DRAM timing
Pilihan “enhance” untuk meningkatkan waktu penggunaan DDRAM.Pilihan “standard” untuk menstandardkan waktu penggunaan DDRAM.
· Enhanche VGA pervormance
Pilihan “enable” untuk meningkatkan kerja VGA.pilihan “disable” untuk tidak meningkatkan menu ini.
· IDE timing
Pilihan “enhance” untuk meningkatkan waktu penggunaan IDE.Pilihan “standard” untuk menstandard kan waktu penggunaan IDE
D.Power management setup
· Advanced power management
`pilihan “enable berarti sistem akan menggunakan power management.Pilihan “disable’ untuk tidak mengaktifkan menu ini.
· Vidio power Down Moda
pilihan “supend” berti layar monitor akan melakukan penundaan sesuai dengan waktu yang di beriakan.pilihan “standby” berarti layar monitor akan melakukan standby dan menunggu untuk digunakan kembali .Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
· Harddisk Power Down Mode
pilihan “suspend” berarti harddisk akan melakukan penundaan sesuai dengan waktu yang diberikan .pilihan ‘standby’ berarti harddisk akan melakukan standby dan akan menunggu untuk digunakan kembali.pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
· Standby Time out
pilihan “1-15″ adalh jumlah waktu yang di berikan untuk melakukan standby.Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
E.PNP/PCI Konfiguration
menu ini digunakan untuk mengatur konfigurasi plug and play hardware pada slot PCI.
F.Load Setup Default
pilihan ini digunakn untuk memakai atau memanggil standard setup yang dimiliki oleh BIOS.
G.Integrated peripherals
Pilihan “enable” untuk memerintahkan komputer agar menggunakan floppy disk controller pada motherboard(IRQ6).
pilihan “disable” untuk tidak menaktifkan menu ini.
H.password setting
Menu ini digunakan untuk memasukkan dan mengaktifkan kata kunci untuk si pemakai.
I.IDE Harddisk Detection
Menu ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan harddisk secara otomatis berikut parameternya,seperti kapasitas,jumlah sektor,jumlah silinder.
J.Save and Exit Setup
pilihan ini digunakan untuk menyimpan semua hasil setup BIOS tanpa kta harus menyimpan hasil setup BIOS.
K.Exit Without Saving
Pilihan ini digunakan untuk keluar dari menu setup Bios tanpa kita harus menyimpan hasil setup-an bios kita.
Posted by: akuyola on: January 3, 2009
Firewall adalah sebuah sistem atau perangkat yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diimplementasikan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dan jaringan lainnya. Firewall umumnya juga digunakan untuk mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah generik yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan korporat di dalamnya, maka perlindungan terhadap aset digital perusahaan tersebut dari serangan para hacker, pelaku spionase, ataupun pencuri data lainnya, menjadi esensial.
Firewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut
Secara fundamental, firewall dapat melakukan hal-hal berikut:
Windows Firewall adalah perangkat lunak personal firewall, termasuk dalam sistem operasi Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows Vista operating systems.
Ketika Windows XP pertama dijual pada Oktober 2001, di dalamnya terdapat firewall terbatas yang diberi nama “Internet Connection Firewall”. Perangkat lunak ini jarang digunakan karena tidak diaktifkan oleh pengguna. Setelah worm Blaster dan Sasser menyerang sejumlah komputer Windows pada 2003, Microsoft mengeluarkan Service Pack 2 untuk meningkatkan keamanan XP, di antaranya dengan “Windows Firewall”.
Windows Firewall diperbaiki untuk Windows Vista untuk menutupi berbagai kekurangan dalam versi sebelumnya:
Contoh pengaturan akses (access control) yang diterapkan dalam firewall
Pada bentuknya yang paling sederhana, sebuah firewall adalah sebuah router atau komputer yang dilengkapi dengan dua buah NIC (Network Interface Card, kartu antarmuka jaringan) yang mampu melakukan penapisan atau penyaringan terhadap paket-paket yang masuk. Perangkat jenis ini umumnya disebut dengan packet-filtering router.
Firewall jenis ini bekerja dengan cara membandingkan alamat sumber dari paket-paket tersebut dengan kebijakan pengontrolan akses yang terdaftar dalam Access Control List firewall, router tersebut akan mencoba memutuskan apakah hendak meneruskan paket yang masuk tersebut ke tujuannya atau menghentikannya. Pada bentuk yang lebih sederhana lagi, firewall hanya melakukan pengujian terhadap alamat IP atau nama domain yang menjadi sumber paket dan akan menentukan apakah hendak meneruskan atau menolak paket tersebut. Meskipun demikian, packet-filtering router tidak dapat digunakan untuk memberikan akses (atau menolaknya) dengan menggunakan basis hak-hak yang dimiliki oleh pengguna.
Cara kerja packet filter firewall
Packet-filtering router juga dapat dikonfigurasikan agar menghentikan beberapa jenis lalu lintas jaringan dan tentu saja mengizinkannya. Umumnya, hal ini dilakukan dengan mengaktifkan/menonaktifkan port TCP/IP dalam sistem firewall tersebut. Sebagai contoh, port 25 yang digunakan oleh [[|SMTP|Protokol SMTP]] (Simple Mail Transfer Protocol) umumnya dibiarkan terbuka oleh beberapa firewall untuk mengizinkan surat elektronik dari Internet masuk ke dalam jaringan privat, sementara port lainnya seperti port 23 yang digunakan oleh Protokol Telnet dapat dinonaktifkan untuk mencegah pengguna Internet untuk mengakses layanan yang terdapat dalam jaringan privat tersebut. Firewall juga dapat memberikan semacam pengecualian (exception) agar beberapa aplikasi dapat melewati firewall tersebut. Dengan menggunakan pendekatan ini, keamanan akan lebih kuat tapi memiliki kelemahan yang signifikan yakni kerumitan konfigurasi terhadap firewall: daftar Access Control List firewall akan membesar seiring dengan banyaknya alamat IP, nama domain, atau port yang dimasukkan ke dalamnya, selain tentunya juga exception yang diberlakukan.
Cara kerja circuit level firewall
Firewall jenis lainnya adalah Circuit-Level Gateway, yang umumnya berupa komponen dalam sebuah proxy server. Firewall jenis ini beroperasi pada level yang lebih tinggi dalam model referensi tujuh lapis OSI (bekerja pada lapisan sesi/session layer) daripada Packet Filter Firewall. Modifikasi ini membuat firewall jenis ini berguna dalam rangka menyembunyikan informasi mengenai jaringan terproteksi, meskipun firewall ini tidak melakukan penyaringan terhadap paket-paket individual yang mengalir dalam koneksi.
Dengan menggunakan firewall jenis ini, koneksi yang terjadi antara pengguna dan jaringan pun disembunyikan dari pengguna. Pengguna akan dihadapkan secara langsung dengan firewall pada saat proses pembuatan koneksi dan firewall pun akan membentuk koneksi dengan sumber daya jaringan yang hendak diakses oleh pengguna setelah mengubah alamat IP dari paket yang ditransmisikan oleh dua belah pihak. Hal ini mengakibatkan terjadinya sebuah sirkuit virtual (virtual circuit) antara pengguna dan sumber daya jaringan yang ia akses.
Firewall ini dianggap lebih aman dibandingkan dengan Packet-Filtering Firewall, karena pengguna eksternal tidak dapat melihat alamat IP jaringan internal dalam paket-paket yang ia terima, melainkan alamat IP dari firewall. Protokol yang populer digunakan sebagai Circuit-Level Gateway adalah SOCKS v5.
Application Level Firewall (disebut juga sebagai application proxy atau application level gateway)
Firewall jenis lainnya adalah Application Level Gateway (atau Application-Level Firewall atau sering juga disebut sebagai Proxy Firewall), yang umumnya juga merupakan komponen dari sebuah proxy server. Firewall ini tidak mengizinkan paket yang datang untuk melewati firewall secara langsung. Tetapi, aplikasi proxy yang berjalan dalam komputer yang menjalankan firewall akan meneruskan permintaan tersebut kepada layanan yang tersedia dalam jaringan privat dan kemudian meneruskan respons dari permintaan tersebut kepada komputer yang membuat permintaan pertama kali yang terletak dalam jaringan publik yang tidak aman.
Umumnya, firewall jenis ini akan melakukan autentikasi terlebih dahulu terhadap pengguna sebelum mengizinkan pengguna tersebut untuk mengakses jaringan. Selain itu, firewall ini juga mengimplementasikan mekanisme auditing dan pencatatan (logging) sebagai bagian dari kebijakan keamanan yang diterapkannya. Application Level Firewall juga umumnya mengharuskan beberapa konfigurasi yang diberlakukan pada pengguna untuk mengizinkan mesin klien agar dapat berfungsi. Sebagai contoh, jika sebuah proxy FTP dikonfigurasikan di atas sebuah application layer gateway, proxy tersebut dapat dikonfigurasikan untuk mengizinlan beberapa perintah FTP, dan menolak beberapa perintah lainnya. Jenis ini paling sering diimplementasikan pada proxy SMTP sehingga mereka dapat menerima surat elektronik dari luar (tanpa menampakkan alamat e-mail internal), lalu meneruskan e-mail tersebut kepada e-mail server dalam jaringan. Tetapi, karena adanya pemrosesan yang lebih rumit, firewall jenis ini mengharuskan komputer yang dikonfigurasikan sebagai application gateway memiliki spesifikasi yang tinggi, dan tentu saja jauh lebih lambat dibandingkan dengan packet-filter firewall.
NAT (Network Address Translation) Firewall secara otomatis menyediakan proteksi terhadap sistem yang berada di balik firewall karena NAT Firewall hanya mengizinkan koneksi yang datang dari komputer-komputer yang berada di balik firewall. Tujuan dari NAT adalah untuk melakukan multiplexing terhadap lalu lintas dari jaringan internal untuk kemudian menyampaikannya kepada jaringan yang lebih luas (MAN, WAN atau Internet) seolah-olah paket tersebut datang dari sebuah alamat IP atau beberapa alamat IP. NAT Firewall membuat tabel dalam memori yang mengandung informasi mengenai koneksi yang dilihat oleh firewall. Tabel ini akan memetakan alamat jaringan internal ke alamat eksternal. Kemampuan untuk menaruh keseluruhan jaringan di belakang sebuah alamat IP didasarkan terhadap pemetaan terhadap port-port dalam NAT firewall.
Cara kerja stateful firewall
Stateful Firewall merupakan sebuah firewall yang menggabungkan keunggulan yang ditawarkan oleh packet-filtering firewall, NAT Firewall, Circuit-Level Firewall dan Proxy Firewall dalam satu sistem. Stateful Firewall dapat melakukan filtering terhadap lalu lintas berdasarkan karakteristik paket, seperti halnya packet-filtering firewall, dan juga memiliki pengecekan terhadap sesi koneksi untuk meyakinkan bahwa sesi koneksi yang terbentuk tersebut diizinlan. Tidak seperti Proxy Firewall atau Circuit Level Firewall, Stateful Firewall umumnya didesain agar lebih transparan (seperti halnya packet-filtering firewall atau NAT firewall). Tetapi, stateful firewall juga mencakup beberapa aspek yang dimiliki oleh application level firewall, sebab ia juga melakukan inspeksi terhadap data yang datang dari lapisan aplikasi (application layer) dengan menggunakan layanan tertentu. Firewall ini hanya tersedia pada beberapa firewall kelas atas, semacam Cisco PIX. Karena menggabungkan keunggulan jenis-jenis firewall lainnya, stateful firewall menjadi lebih kompleks.
Virtual Firewall adalah sebutan untuk beberapa firewall logis yang berada dalam sebuah perangkat fisik (komputer atau perangkat firewall lainnya). Pengaturan ini mengizinkan beberapa jaringan agar dapat diproteksi oleh sebuah firewall yang unik yang menjalankan kebijakan keamanan yang juga unik, cukup dengan menggunakan satu buah perangkat. Dengan menggunakan firewall jenis ini, sebuah ISP (Internet Service Provider) dapat menyediakan layanan firewall kepada para pelanggannya, sehingga mengamankan lalu lintas jaringan mereka, hanya dengan menggunakan satu buah perangkat. Hal ini jelas merupakan penghematan biaya yang signifikan, meski firewall jenis ini hanya tersedia pada firewall kelas atas, seperti Cisco PIX 535.
Transparent Firewall (juga dikenal sebagai bridging firewall) bukanlah sebuah firewall yang murni, tetapi ia hanya berupa turunan dari stateful Firewall. Daripada firewall-firewall lainnya yang beroperasi pada lapisan IP ke atas, transparent firewall bekerja pada lapisan Data-Link Layer, dan kemudian ia memantau lapisan-lapisan yang ada di atasnya. Selain itu, transparent firewall juga dapat melakukan apa yang dapat dilakukan oleh packet-filtering firewall, seperti halnya stateful firewall dan tidak terlihat oleh pengguna (karena itulah, ia disebut sebagai Transparent Firewall).
Intinya, transparent firewall bekerja sebagai sebuah bridge yang bertugas untuk menyaring lalu lintas jaringan antara dua segmen jaringan. Dengan menggunakan transparent firewall, keamanan sebuah segmen jaringan pun dapat diperkuat, tanpa harus mengaplikasikan NAT Filter. Transparent Firewall menawarkan tiga buah keuntungan, yakni sebagai berikut:
Tidak terlihat oleh pengguna (stealth). Hal ini memang dikarenakan Transparent Firewall bekerja pada lapisan data-link, dan tidak membutuhkan alamat IP yang ditetapkan untuknya (kecuali untuk melakukan manajemen terhadapnya, jika memang jenisnya managed firewall). Karena itulah, transparent firewall tidak dapat terlihat oleh para penyerang. Karena tidak dapat diraih oleh penyerang (tidak memiliki alamat IP), penyerang pun tidak dapat menyerangnya.
Posted by: akuyola on: January 3, 2009
Sebagai tempat bernaungnya seluruh komponen motherboard harus mampu mengenali berbagai macam komponen yang terpasang .BIOS (Basic Input Otput System) merupakan sekumpulan program yang di simpan pada ROM yang digunakan untuk melakukan tugas – tugas dasar, seperti mentranafer data.
Menu penting yang tersedia pada BIOS umumnya sebagai berikut :
1.Standart CMOS setup
Ø Time and date
Melakukan perubahan waktu dan tanggal pada system BIOS
Ø Floppy Drive A and Floppy Drive B
Menetukan penggunaanfloppy A dan B,berikut kapasitasnya
Ø Setup Harddisk
Menetukan kapasitas dan keberadaan Harddisk
Ø Primary master
o Di gunakan untuk harddisk utama atau harddisk system
Ø Primary slave
o Digunakan untuk harddisk tambahan
Ø Secondary Master
o Digunakan untuk harddisk system ke-2
Ø Secondary Slave
o Digunakan untuk harddisk tambahan ke-2
2.BIOS features setup
Ø 1st Boot Device
Menetukan pilihan utama letak system boot untuk dibaca
Ø 2nd boot Device
o Menetukan device berikutnya jka padsa pilihan 1st boot tidak ditemukan system yang dibutuhkan
Ø 3rd Boot Device
Menetukan device berikutnya jika pada pilihan 1st boot dan 2nd boot tidak di temukan system yantg dibutuhkan
Ø 4th Boot Device
Menetukan device berikutnya jika pada pilihan 1st boot ,2nd boot,3rd boot tidak di temukan system yang dibutuhkan.
Ø Try Other Boot Device
Pilihan “yes” untuk mencari file system sesuai dengan boot device yang di-setup.pilihan “no” hanya mencari boot device pertama
Ø S.M.A.R.T for harddisk
Plihan “enable” untuk menghindari harddisk dari kerusakan karena kesalahan suatu proses.Untuk “disable” tidak mengaktifkan menu ini.
Ø Quick Boot
Pilihan “enable” untuk memerintahkan computer agar mem-boot lebih cepat.untuk “disable” tidak mengaktifkan menu ini.
Ø System Boot up Num lock
Pilihan “on” untuk memerintah kan agar lampu num lock pada keyboard menyala sehingga penulisan angjka dapat dilakukan.pilihan “of” untuk tidak aktifkan menu ini.
Ø Floppy Drive Seek at Boot
Pilihan “enable” untuk memerintahkan system agar untuk mencari pada floppy disk pada saat mem-boot computer.pilihan “disable” untuk tudak mengaktifkan menu ini.
Ø Password checking
Pilihan “setup’ untuk menetukan keberadaan password pada BIOS harus melalui setup..pilihan “always” untuk menetukan keberadaan password pada BIOS harus selalu di cek pada saat mem-boot computer.
Ø Cache Memory
Pilihan “internal” berarti L1 digunakan dan L2 tidak digunakan..pilihan “both” berarti L1 dan L2 digunakan.pilihan “disable” berarti L1 dan L2 tidak digunakan.
Ø System BIOS Shadow Cacheable
Pilihan “enable” untuk menetukan lokasi memori system BIOS menggunakan bayangan dan tersembunyi.pilihan “disable” untuk menggunakan bayangan dan tidak tersembunyi.
Ø OS Selector for DRAM>64
Pilihan “enable” untuk menggunakan OS2/WARP dan memory lebih dari 64 MB.pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
3.Chipshet features setup
Ø virus warning
pilihan “enable” untuk memerintahkan computer mencegah terjadinya penulisan ke tabel partisi harddisk.Pilihan “disable” untuk mencegah computer agar tidak mendeteksi keberadaan virus.
Ø Enable Burst Cycle
Pilihan “enable untuk menggunaka read and write burst pada memory.Pulihan “disable”untuk tidak mengaktifkan menu ini.
Ø Cache Timing
Pilihan “enable”untuk meningkatkan waktu penggunaan cache..Pilihan “standard” untuk menstandardkan waktu penggunaan cache.
Ø DRAM timing
Pilihan “enhance” untuk meningkatkan waktu penggunaan DDRAM.Pilihan “standard” untuk menstandardkan waktu penggunaan DDRAM.
Ø Enhanche VGA pervormance
Pilihan “enable” untuk meningkatkan kerja VGA.pilihan “disable” untuk tidak meningkatkan menu ini.
Ø IDE timing
Pilihan “enhance” untuk meningkatkan waktu penggunaan IDE.Pilihan “standard” untuk menstandard kan waktu penggunaan IDE
4.Power management setup
Ø Advanced power management
pilihan “enable berarti sistem akan menggunakan power management.Pilihan “disable’ untuk tidak mengaktifkan menu ini.
Ø Vidio power Down Moda
pilihan “supend” berti layar monitor akan melakukan penundaan sesuai dengan waktu yang di beriakan.pilihan “standby” berarti layar monitor akan melakukan standby dan menunggu untuk digunakan kembali .Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
Ø Harddisk Power Down Mode
pilihan “suspend” berarti harddisk akan melakukan penundaan sesuai dengan waktu yang diberikan .pilihan ‘standby’ berarti harddisk akan melakukan standby dan akan menunggu untuk digunakan kembali.pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
Ø Standby Time out
pilihan “1-15″ adalh jumlah waktu yang di berikan untuk melakukan standby.Pilihan “disable” untuk tidak mengaktifkan menu ini.
5.PNP/PCI Konfiguration
menu ini digunakan untuk mengatur konfigurasi plug and play hardware pada slot PCI.
6.Load Setup Default
pilihan ini digunakn untuk memakai atau memanggil standard setup yang dimiliki oleh BIOS.
7.Integrated peripherals
Pilihan “enable” untuk memerintahkan komputer agar menggunakan floppy disk controller pada motherboard(IRQ6).
pilihan “disable” untuk tidak menaktifkan menu ini.
8.password setting
Menu ini digunakan untuk memasukkan dan mengaktifkan kata kunci untuk si pemakai.
9.IDE Harddisk Detection
Menu ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan harddisk secara otomatis berikut parameternya,seperti kapasitas,jumlah sektor,jumlah silinder.
10.Save and Exit Setup
pilihan ini untuk menyimpan semua hasil setup BIOS tanpa menyimpan hasil setup BIOS.
11.Exit Without Saving
pilihan ini untuk keluar dari menu setup BIOS tanpa menyimpan hasil setup BIOS
Posted by: akuyola on: January 3, 2009
sebeLumnYa,,LakuKan PerCiApN,,:
v Siapkan meja kerja
v Persiapan instalasi computer
v Siapkam peralatan untuk diinstall
v Buka casing
v Pasang processor
v Pasang Random Access Memory(RAM)
v Simpan motherboard
v Siapkan casing
v Bukalah tutup casing samping kiri dan kanan
· Pemasangan processor
· Pemasangan RAM
· Pemasangan fan
· Pemasangan motherboard pada casing
· Pemasangan harddisk
· Pemasangan CD-ROM
· Pemasangan floopy dan port-portnya
· Kabel data
· Pemasangan kabel SATA ayau ATA
· Kabel power
Posted by: akuyola on: January 3, 2009
Motherboard alias mainboard alias system board, ketiganya mengacu pada satu barang yang sama, yakni sebuah papan sirkuit dan panel-panel elektronik yang menggerakan system PC secara keseluruhan. Secara prinsip, sebuah motherboard terdiri atas beberapa bagian yakni system CPU (prosesor), sirkuit clock/timing, Ram, Cache, ROM BIOS, I/O port seperti port serial, port pararel, slot ekspansi, prot IDE.
Yang perlu diperhatikan!
Terutama sekali, sedikitnya ada 7 hal yang harus diperhatikan pada sebuah motherboard. Ketujuh komponen tersebut adalah :
Dari sinilah sesungguhnya problem pada sebuah system PC bisa dilacak atau dideteksi. Kerusakan di luar 7 komponen tersebut biasanya jarang terjadi. Kemungkinan yang lain, bila ketujuh komponen ini terlihat beres-beres saja, patut diduga bahwa masalahnya terletak pada arsitektur motherboard itu sendiri, entah sirkuit-sirkuitnya, atau komponen-komponen yang dipergunakannya.
Chipset : Komandan data dan proses
Disebut chipset karena barang satu ini umumnya merupakan sepasang chip yang mengendalikan prosesor dan fitur-fitur hardware yang ada pada mortherboard secara menyeluruh. Sepasang chip ini, yang satu buah disebut North Bright chip dan satu lagi dipanggil South Bridge chip, bisa dibilang merupakan panglima tertinggi pada sebuah system bernama motherboard.
Saat ini, terdapat banyak motherboard dengan chipset yang berbeda-beda. Jenis chipset yang digunakan pada motherboard akan menentukan beberapa hal antara lain.
Tipe CPU
Terdapat tiga tipe CPU yang banyak beredar di pasaran yakni CPU keluaran Intel Corporation, AMD keluaran Advanced Micro Device, dan Cyrix atau VIA C3 keluaran VIA Technologies Corporation. CPU alias prosesor keluaran VIA sendiri pada umumnya mengikuti platform teknologi yang dikeluarkan oleh Intel. Artinya, setiap seri prosesor yang dirilis VIA pada umumnya selalu memiliki kompatibilitas dengan seri prosesor yang dibuat Intel.
Sementara AMD menggunakan platform teknologi yang berbeda dari yang digunakan oleh Intel, sekalipun teknologi pross yang digunakan oleh perusahaan ini juga mengikuti apa yang dilakukan Intel. Lantaran perbedaan platform ini, prosesor AMD menggunakan soket atau slot yang berbeda dari yang digunakan oleh Intel. Bila Intel menyebut Slot 1, AM menyebutnya Slot A. pada prosesor soket, belakangan AMD relative lebih konsisten dalam mengeluarakan tipe soket yang digunakan, yakni senantiasa menggunakan Soket A yang kompatibel pada seri kecepatan manapun, yakni soket dengan jumlah pin 462 buah. Bandingkan dengan Intel yang selalu berubah-ubah, dari soket 370 pin, kemudian menjadi 423 pin, lalu berubah lagi menjadi 478. akibatnya, kemungkinan untuk meng-upgrade sebuah prosesor Intel generasi baru selalu harus dibarengi dengan penggantian motherboard itu sendiri.
Berikut adalah sedikit sejarah perkembangan prosesor Intel dan para clone-nya yang berhasil disarikan
Chip 8088 dan 8086 kompatibel penuh dengan program yang dibuat untuk chip 8080, walaupun mungkin ada beberapa program yang dibuat untuk 8086 tidak berfungsi pada chip 8088 (perbedaan lebar bus)
Tahun 86 IBM membuat processor dengan arsitektur RISC 32bit pertama untuk kelas PC. Namun karena kelangkaan software, IBM RT PC ini “melempem” untuk kelas enterprise, RISC ini berkembang lebih pesat, setidaknya ada banyak vendor yang saling tidak kompatibel.
Prosesor Intel sampai titik ini belum menggunakan unit FPU secara
internal . Untuk dukungan FPU, Intel meluncurkan seri 80×87. Sejak 386 ini mulai muncul processor cloner : AMD, Cyrix, NGen, TI, IIT, IBM (Blue Lightning) dst, macam-macamnya :
i80386 DX (full 32 bit)
i80386 SX (murah karena 16bit external)
i80486 DX (int 487)
i80486 SX (487 disabled)
Cx486 DLC (menggunakan MB 386DX, juga yang lain)
Cx486 SLC (menggunakan MB 386SX)
i80486DX2
i80486DX2 ODP
Cx486DLC2 (arsitektur MB 386)
Cx486SLC2 (arsitektur MB 386)
i80486DX4
i80486DX4 ODP
i80486SX2
Pentium
Pentium ODP
Bagaimana dengan AMD K5? AMD K5-PR75 sebenarnya adalah sebuah ‘clone’ i80486DX dengan kecepatan internal 133MHz dan clock bus 33MHz . Spesifikasi Pentium yang didapat AMD saat merancang K5 versi-versi selanjutnya dan Cyrix saat merancang 6×86 hanyalah terbatas pada spesifikasi pin-pin Pentium. Mereka tidak diberi akses ke desain aslinya. Bahkan IBM tidak mampu membuat Intel bergeming (Cyrix, mempunyai kontrak terikat dengan IBM sampai tahun 2005)
Mengenai rancangan AMD K6, tahukah anda bahwa K6 sebenarnya adalah rancangan milik NexGen ? Sewaktu Intel menyatakan membuat unit MMX, AMD mencari rancangan MMX dan menambahkannya ke K6. Sayangnya spesifikasi MMX yang didapat AMD sepertinya bukan yang digunakan Intel, sebab terbukti K6 memiliki banyak ketidakkompatibilitas instruksi MMX dengan Pentium MMX.
Pertama, memperlebar jalur data (kaki banyak – Juga jadi alasan Socket 8), pemrosesan pada PPro dan PII dapat paralel. Karena itu sebetulnya Slot 1 lebih punya kekuatan di Multithreading / Multiple Processor. ( sayangnya O/S belum banyak mendukung, benchmark PII dual processorpun oleh ZDBench lebih banyak dilakukan via Win95 ketimbang via NT)
Kedua, memungkinkan upgrader Slot 1 tanpa memakan banyak space di Motherboard sebab bila tidak ZIF socket 9 , bisa seluas Form Factor(MB)nya sendiri konsep hemat space ini sejak 8088 juga sudah ada .Mengapa keluar juga spesifikasi SIMM di 286? beberapa diantaranya adalah efisiensi tempat dan penyederhanaan bentuk.
Ketiga, memungkinkan penggunaan cache module yang lebih efisien dan dengan speed tinggi seimbang dengan speed processor dan lagi-lagi tanpa banyak makan tempat, tidak seperti AMD / Cyrix yang “terpaksa” mendobel L1 cachenya untuk menyaingi speed PII (karena L2-nya lambat) sehingga kesimpulannya AMD K6 dan Cyrix 6×86 bukan cepat di processor melainkan cepat di hit cache! Sebab dengan spec Socket7 kecepatan L2 cache akan terbatas hanya secepat bus data / makin lambat bila bus datanya sedang sibuk, padahal PII direncanakan beroperasi pada 100MHz (bukan 66MHz lagi). Point inilah salah satu alasan kenapa intel mengganti chipset dari 430 ke 440 yang berarti juga harus mengganti Motherboard.
Posted by: akuyola on: January 3, 2009
Ø Nyalakan PC
Ø Tekan del untuk setting BIOS
Ø Setting atau atur waktu yang dengan tepat
Ø Masuk advance setup
Ø Setting 1st boot device nya pada DVD ROM
Ø 2nd boot device nya pada harddisk
Ø 3rd boot device pada CD ROM
Ø Tekan F10 untuk save and exit
Ø Tunggu beberapa menit, komputer akan merestart
Ø Masukan CD OS
Ø Tunggu beberapa waktu saat komputer mengkonfigurasi
Ø Kemudian akan ada 3 pilihan, tekan enter
Ø Ada lisensi, tekan F3 untuk agree
Ø Buat partisi c dengan menekan tombol C
Ø Kemudian buat dan bagi partisi sesuai kebutuhan
Ø Tekan C lagi untuk membuat partisi lain, tekan enter
Ø Tekan enter, pilih format windows with NTFS file (quick) enter
Ø Tunggu beberapa saat ketika loading hingga restart lagi
Ø Dan proses instalasi device nya selesai
Ø Setelah selesai, tekan nama dan organisasi
Ø Pilih dan klik Next-Next-Next. Pilih typical kemudian next
Ø Tunggu beberapa saat hingga prosses terjadi